March's musing

Let's Play With Words


Leave a comment

Veins Running Through Her Skin

via Daily Prompt: Sleeve

eduardo-prim-377966-unsplash

 

 

She wakes up when the indigo sky still crowning the peaceful horizon

Rushing water come across from the back yard

As the melodiously creaking old wells is heard in a steadfast calm

Her veins running through her skin

As if it tells you about her extraordinary ways to start the day

 

Little did the blaring sun does for her determination as she wears her Caping hat

Clasping sounds heard faintly when her bare feet touched the rich soils

Mud and sods are her beautiful ornaments on her rolled sleeves clothes

As if it tells you about her arduous days that become limited each every minute

 

The sweet twilight hues accompanies her and her children who passionately tried to be the first one who tell their own adventures

Under her humble and decent roof

Rice and the vegetables from her harvest season are laid out on her dining table

Enough to bring the joy for her family and other people out there

 

But as night creeping in, the silence amplified the rumbling sound of a giant chimney

New era they said

Smoke and dust floating in the air

As if it tells her, the time is coming

 

 

Photo by Eduardo Prim on Unsplash

 

 


Leave a comment

Inchoate Feeling

Inchoate Feeling

megan-savoie-232972-unsplash

via Daily Prompt: Inchoate

I remember the first time you said hi to me
Never thought that little harmless hi would lead me to this messy inchoate feeling

Maybe it was because of your good morning texts are the first that I encountered
every time I open my eyes first thing first in the morning
Or maybe because of your insistent silly good night texts
with a perfect amount of memes and silly jokes here and there are last thing I ever see before I closed my eyes

But I hate this kind of limbo feeling
You turn hot you turn cold
You lead me on and off and on and off
You open every faucet of emotions that I’ve had successfully tried to hold tight with no trace of leaks

It was like a slightly annoyed feeling of peanut jelly that stuck on your palate after you ate your sandwich.
Or maybe like a little prickle numb feeling in your fingers when you go outside to shove the snow on the roadside.
You know, just like an inconvenience necessity you must go through
just for your own sake later

But sometimes I have to ask myself
Is this incipient excitement worth to fight?
Sometimes I have to ask myself
Who has to convince myself to go forward
Me, or the one who said hi to me in the first place

unsplash-logoMegan Savoie


Leave a comment

STAGE FRIGHT

via Daily Prompt: Churn

paul-green-126960-unsplash

My insides are churned

Every time before this very moment

 

Your heart beats wildly

Boom Boom Boom

And your legs are shaking uncontrollably

Tap Tap Tap

And your mouth talks unsoundly

Replaying a mantra over, and over, and over

Don’t let me fall

Don’t let me fall

Don’t let me fall

 

Ladies and Gentlemen…

That’s the cue!

 

Blinding lights

Thundering claps

Encouraging smiles

 

I step to the unknown

My insides are churned

But I move forward and standing still

 

And it is okay

That’s half of a battle

I still came out as a winner

 

Credit picture: unsplash-logoPaul Green


Leave a comment

Malaise

via Daily Prompt: Invisible

neonbrand-580104-unsplash

 

Lurking beneath the facade you put everyday

Fueled you

Motivates you

Lifts you up

Brings you down

 

You can name it

Affectionately or despicably

You can mold it

A profound lie or an ultimate truth

 

You said it is an invisible thing

Intangible and uncounted

 

But I beg to differ

It crawls under my skin

As palpable as a darkness

And I count on every fiber being of me to make it stop

 
Invisible
 

Photo by NeONBRAND on Unsplash


6 Comments

Alluring Blush

via Daily Prompt: Blush

a9a0f8e8a87a8aaab14a93d1ffa4c0d7

Credit picture: flickr.com

 

What is possibly more alluring than watching her blushed?

Slow burning amber

The color burst within a moment

Strokes of red and splashes of soft rose on a blank canvas

Continue reading


Leave a comment

Kau baik-baik saja, kan?

Rasanya seperti terganjal sesuatu

Tak melulu kau rasakan itu

Hanya ketika kau terlalu dalam menekan ingatan

Atau tak sengaja mendengar lantunan lagu

Yang menggiring lagi rasa yang tak tertumpu

Rasanya seperti memandang luruhan pasir

Sekejap mata tak terlihat ada yang hilang

Namun waktu menangkap jeli kikisan massa yang terbang

Seperti senyummu,

ada binar mata yang meredup

Setiap mereka bertanya, kau baik-baik saja, kan?

Photo by ian dooley on Unsplash


Leave a comment

Persimpangan Jalan

intersection

Credit picture: https://www.boredpanda.com/japan-street-photography/

Hello peeps!

I’m ready for the next chapter. If you haven’t read my previous Chapter, please read Chapter 6, My Little Grasshopper.

Just FYI, aku akan update chapter ini di beberapa media platform di bawah ini.

Menurutku semua media sama saja, and I don’t really care from which sources you read my stories. My objectives here is to share my stories and you could enjoy reading it 🙂

But in addition, here are the links of my works in other platforms. You could visit there and take a little look.

akun Storial.co: https://www.storial.co/book/morning-mist/

akun Wattpad: https://my.w.tt/jICtH4G0nL

akun GWP: http://gwp.co.id/the-morning-mist/

Without further ado, please enjoy Akira and Kay!


 

Waiting for the sun 

Drifting under moon

 Indigo sky

 

Blinking amber light 

A truck passes by 

The roaring sounds 

 

Waiting for the sign 

Standing on the line

Maybe you’re dreaming 

 

Stumble on a stone 

Nowhere left to hide 

Take another breath 

 

Standing on the line, 

between giving up and trying, 

more My heartbeat goes on, 

between giving up and trying 

 

– Akeboshi, Standing on the Line –

 

Kayandra

Setibanya di rumah, Kayandra masih merasa apa yang dialaminya di Morning Mist tadi sore begitu absurd dan di luar perkiraannya. Bayangkan, niatnya ke sana adalah untuk melepaskan penat karena baru saja putus dengan Dimas, tapi akhirnya ia malah mendapat bonus berkenalan dengan cowok tampan yang Kayandra yakin 100% masih memiliki darah keturunan Jepang.

Senyum masih mengembang lebar di wajahnya tatkala Asoka, si adik tengilnya menyapa dari patio rumahnya.

“Ngapain lo senyum-senyum begitu?” Mendengar itu senyum Kayandra langsung lenyap. “Mau tau aja, adik kecil.” Balas Kay sembari menjulurkan lidahnya. Tak mau kalah, Asoka ikut menjulurkan lidahnya dan mengangkat hidungnya lebar-lebar menyerupai babi. Childish memang, tapi memang hal salah satu hal yang paling mengasyikkan ketika Kay berada di rumah adalah menggoda adiknya.

“Mama di mana, Dik?” tanya Kay saat melihat keadaan rumah begitu sepi dan Asoka sibuk memetik gitar sambal sesekali menuliskan sesuatu di secarik kertas dan melihat rumah begitu sepi.

“Biasa, di ruang workshop.” Timpalnya.

“Sudah berapa lama Mama di sana? Apa sudah makan malam? Apa kamu sudah makan malam?” Cecar Kay. Ia tahu persis kebiasaan Mama jika sudah tenggelam di dalam workshop-nya.

“Entahlah, dari sore tadi lampu ruang workshop sudah menyala. Dan ya, tadi gue sudah masak ayam lada hitam dan kentang tumbuk, salad sisa kemarin juga masih tersisa di kulkas. Kusisakan untukmu dan Mama. Tinggal panaskan saja ayam dan kentangnya di microwave.

Yeah, Asoka ataupun dirinya yang bergantian menyiapkan makan malam merupakan rutinitas di rumah ini. Apalagi jika Mama sudah sibuk berkutat dalam workshop. Tidak akan mengenal waktu. Tidak ada yang bisa menghentikannya kecuali atas keinginan mama sendiri. Mereka berdua terpaksa bertumbuh mandiri karena keadaan.

Continue reading


Leave a comment

My Little Grasshopper

 

Hello Peeps,

Welcome back to The Morning Mist.

This is the 6th Chapter. If you haven’t read my previous chapter, you can head to 4th Chapter Que Sera Sera and 5th Chapter Retake, Rolling… and Action!

Enjoy Akira and Kayandra!

 


 

Matamu melemahkanku
Saat pertama kali ku lihatmu
Dan jujur ku tak pernah merasa
Ku tak pernah merasa begini

Jaz – Dari Mata

 

Akira

“Sejak kapan elo pake gegayaan ngomong ‘saya, kamu’. Cih, memang elo Rangga di AADC?” Ledekan Leo sukses membuat Dito dan beberapa pengunjung yang masih betah berada di kafe ini meledak. Akira melengos melihat ini bergulir dihadapnnya.

“Udah urus counter aja yang bener Leo, nggak perlu segala sampai nguping. Tingkah elo seperti anak ABG saja.” Tukas Akira sembari merapikan kertas kerjanya yang berserakan yang kemudian diikuti dengan memasukkan laptopnya ke dalam leather briefcase Tumi kesayangannya.

Leo terkekeh geli saat ditimpali seperti itu. Namun sejurus kemudian ia kembali menggoda Akira, “Tapi serius bro, elo bertingkah aneh sepanjang ada si cutie pie tadi.” Akira melirik tajam saat Leo melabeli Kay sebagai cutie pie.

Hey, don’t call her like that!” Sanggah Akira dengan sebal.

Protective already, huh? Tapi gimana, emang dia cute kok. Gue bisa lihat dengan mata kepala gue sendiri. Kalau elo nggak mau, biar gue yang maju aja.” Leo memicingkan matanya, mencoba menginterogasi Akira meskipun sangat sulit mendapatkan jawaban serius dari Akira mengenai hal-hal privat seperti ini.

Akira menghembuskan napasnya.

Don’t even ever try Leo.” Akira menatap Leo dengan serius.

Continue reading


2 Comments >

via Daily Prompt: Patience

My Mama said just take a long deep breath

Then you’re gonna be okay

 

Fluttering heart

Scrambled mind

Croaking sounds

Fidgeting fingers

Tip-tap toes

Glassy eyes

Wired nerves

Continue reading


1 Comment

Retake, Rolling… and Action!

 

Hello peeps.

Setelah sekian lama hiatus dari wordpress, akhirnya aku memutuskan untuk kembali menulis.

Jika kalian membaca post aku sebelumnya, aku sempat menuliskan 1 chapter cerita Que Sera Sera yang merupakan salah satu bagian chapter aku dalam Novel The Morning Mist yang kini akan direncanakan untuk dilanjutkan kembali penulisannya.

Post kali ini merupakan chapter selanjutnya and without further ado, I present you Akira and Kayandra. Enjoy!


 

Akira

Mereka bilang Akira merupakan pembaca keadaan yang handal. Insting, atau persepsi, atau apapun itu sebutannya yang dimiliki Akira memang sering kali tepat dan jarang sekali meleset. Maka dari itu ia dengan mudah pula menerka karakter seseorang dalam beberapa menit pertama dalam perjumpaan pertama. Dan pula dengan mudah ia mencairkan suasana setegang apapun, karena kemampuan ajaibnya menerka apa yang kelak akan terjadi selanjutnya.

A sweet charmer they say. Tak heran Akira selalu diandalkan oleh Partners di perusahaannya bekerja ketika mereka pertama kali bertemu dengan klien potensial ataupun ketika Akira melakukan assessment permasalahan klien dan menghasilkan problem solving yang akurat bagi para pengguna jasa Converge Consulting Firm, perusahaan tempatnya bernaung sebagai Senior Consulting Manager.

Bahkan kemungkinan besar posisinya sebagai Senior Consulting Manager akan dapat berubah dalam beberapa bulan kedepan menjadi salah satu Partner di usianya yang relatif muda karena keberhasilannya dalam menyelesaikan problem rumit dan sulit dari klien dengan hasil yang memuaskan.

Tapi kali ini Akira merasa dirinya sedikit bersikap konyol dan bodoh tatkala berhadapan dengan gadis asing nan imut yang datang ke Morning Mist ini. Namun apa daya, semua yang sudah lewat tidak bisa kembali diulang, begitu pula kebodohannya tadi. Maka kali ini Akira bertekad untuk memperbaiki semuanya dan memulai lagi dari awal.

Continue reading